Top ↑ | Archive

"Di ruangan kerja ku aku hanya rindu sama kamu.
Rindu kamu yang bisa mencerdaskanku karena ilmu.
Rindu kamu yang berkata sesuai fakta yang kau punya kepadaku,
Rindu melihatmu berjalan DIANTARA bukan DISEBELAH mana kau berjalan.
Aku rindu kamu,
Aku rindu media yang dulu,
Media berimbang dan berilmu.."

- Diketik oleh jari yang diperintah hati

"Jika saya salah, apakah kamu benar ?"

- Pria berkendara

""Ruang terbesar didunia ini adalah imajinasi".."

- Tembok yang bertutur kata

""Aku tidak berusaha lebih baik dari orang lain, aku hanya berusaha lebih baik dari diriku yang kemarin" -Pidi Baiq"

- Kata pidi baiq dan aku mengiyakan..

dokterfina:

Be part of #suaracerita : click ⬇👇

www.soundcloud.com/suaracerita
www.soundcloud.com/suaracerita-2

#suaracerita #quote #dokterfina #kurniawangunadi #soundcloud #kurniawangunadi.tumblr.com #dokterfina.tumblr.com

FOLLOW IG : @SUARACERITA @SUARACERITA 🍻👊🎵😘

Salam #suaracerita thankyou💐 (at soundcloud.com/suaracerita)

nah ini :)

(via nidamia)

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Ari Reda dan Bulan Juni yang diguyur hujan

Bandung yang lagi hujan malam ini, malam 15 Juni ditemani secangkir kopi yang sekedar untuk meredam udara dingin diluar karena guyuran hujan. Kopi yang bijak. Dia telah melakukan tugasnya dengan baik malam ini, menghangatkan juga menemani.

Ya, Hujan yang tetiba mengingatkan saya kepada bait “tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni” karya sapardi djoko damono. Prof. Dr Sapardi Djoko Damono beliau merupakan pujangga indonesia terkemuka yang terkenal karena menggunakan bahasa yang sederhana di setiap puisinya. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain aku ingin, pada suatu hari nanti & hujan bulan juni. Banyak karya puisinya yang dibuat menjadi sebuah musikalisasi puisi.

Lalu siapa Ari Reda itu ? Ari Reda merupakan salah dua orang yang mempopulerkan puisi karya Sapardi Djoko Damono tersebut melalui musikalisasi. Suara dari Reda Gaudiamo ditemani Petikan Gitar Ari Malibu yang melengkapi karena dia juga ikutan nyanyi, membuat sebuah musikalisasi yang nyaman untuk didengarkan. Unik kalau melihat keduanya bertemu dan bisa bernyanyi bersama seperti saat ini. Reda itu senang bernyanyi, tapi sayang punya keterbatasan pengetahuan tentang lagu-lagu. Hal ini yang sering membuat Ari jengkel. Jadi inget bapaknya al waktu jadi juri di ajang pencarian bakat. sengaja ga disebutin acaranya itu indonesian idol takut kena UU ITE soalnya..

Balik lagi ke Ari Reda, yang udah punya beberapa hasil rekaman dari musikalisasi puisinya.Intinya udah banyak musikalisasi puisi yang mereka buat dan nyanyikan.Membuatnya menjadi suatu paket yang indah.

Malam ini Ari Reda juga lagi nyanyi cuma ga tau ada dimana, kedengeran aja suaranya, dan aneh mereka ga bosen nyanyi waktu aku pencet tombol replay berulang kali. Ya, ini malam di bulan juni yang syahdu karena aku mau syahdu untuk malam ini. 

”Puisi hendaknya tidak diberi beban berlebih, tetapi biarkan ia terus tumbuh melampaui zamannya sehingga daripadanya kita bisa menghirup sari-sari yang alami….” - Warih Wisatsana

Sudahlah Ari Reda kalau kalian cape nyanyi, berhenti aja. kopinya juga udah abis. aku mau tidur, kopinya ga mempan buat nemenin nonton piala dunia, ini semua karena kalian nyanyi pelan-pelan dan indah. Terimakasih jam dinding dan kalender kalian sudah mengingatkan kalau ini udah hari senin dan nanti waktunya bekerja kalau udah bangun tidur. Ga jadi nonton Prancis kan. Ya udah. 

(source : https://www.facebook.com/arireda ; http://arireda.blogspot.com/)

ditulis pada malam di abadnya

Yang pandai berkendara itu banyak, tapi yg pandai berlaluntias harus lebih banyak :) – View on Path.

Untuk pagi dari Banda Neira. Bangun, sebab pagi memiliki banyak alasan :)

Musik pemecah riuh dari Banda Neira

Nelangsa riang, itulah genre musik yang dilantunkan oleh Banda Neira. alunan suara gitar yang mendayuh, serta suara dari kedua personilnya membuat telinga siapa saja yang mendengarnya merasa nyaman. Banda Neira yang hanya berdua ini tidak mau jika disebut sebagai duo, mereka lebih setuju jika disebut sebagai sebuah Band. Mereka adalah Andada Badudu dan Rara Sekar. Sebuah proyek yang awalnya hanya iseng belaka, namun siapa sangka ternyata banyak para pendengarnya yang kesengsem dan hanyut didalam kenelangsaan musik mereka. Latar belakang yang berbeda diantara keduanya tidak menjadi halangan untuk mereka dalam berkarya. Ananda Badudu yang merupakan seorang wartawan harian di Tempo, sedangkan Rara Sekar merupakan seorang aktivis hak asasi manusia di LSM Kontras.

Kenapa Banda neira ? kenapa ga Banda aceh ?

Banda Neira adalah nama pulau yang berada di Maluku, bagian Timur Indonesia. Pada masa perjuangan kemerdekaan, beberapa pejuang dan bapak penemu bangsa sempat dibuang oleh Belanda ke sana. Di antaranya Sjahrir dan Hatta. Banyak cerita menarik yang ditulis Sjahrir tentang Banda Neira. Dari catatan hariannya orang bisa tahu ia tak merasa seperti orang buangan ketika diasingkan ke sana. Barangkali karena pulaunya luar biasa indah dan masyarakatnya menarik.  Dari pulau dan cerita inilah kira-kira nama band ini diambil.  

Source : https://soundcloud.com/bandaneira

ditulis pada abadnya..